Oleh: Najwa Ayu Difani dan Wd. Aulia Rahmah Basanunggu
YOGYAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar tasyakuran perdana atas satu tahun berdirinya fakultas, di Area Parkir Prodi Ilmu Komunikasi FISB, Jumat (5/6/2026). Tasyakuran ini menjadi wadah apresiasi sekaligus memperkuat komitmen pengembangan FISB ke depan pasca pemekaran FPSB menjadi FP dan FISB pada 1 Juni 2025 lalu.
Masduki selaku Dekan FISB UII menyebut satu tahun pertama kehadiran FISB sebagai fondasi pengembangan fakultas kedepannya. Menurutnya, FISB memiliki dua tujuan strategis yakni menjadi pusat produksi pengetahuan dan mengakar pada masyarakat, sejalan dengan slogan bertumbuh dan mengakar.
Masduki menambahkan, penguatan budaya akademik seperti riset, publikasi ilmiah, diskusi akademik menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan tersebut. “Kita juga akan mengembangkan banyak program yang mencoba mendorong budaya akademik kita terus bertumbuh,” ujarnya pada Jumat (5/6/2026).
Tasyakuran FISB dilaksanakan dengan dua sesi yang berbeda. Sesi pertama berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.00 yang diisi dengan khataman bersama oleh civitas akademik FISB di Mushola Baitul Hadi FISB. Kemudian dilanjutkan sesi kedua pukul 12.45 hingga 15.00 yang diisi beberapa mata acara inti dari Tasyakuran FISB Satu Tahun.
Pada sesi inti, acara secara simbolis dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FISB yang didampingi Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni. Pemotongan tumpeng dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian satu tahun fakultas.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku, pembentukan Komite Etik Penelitian, penyerahan sertifikat sekaligus penandatangan MoU oleh Dekan FISB dan penerima Hibah Sabbatical, serta diakhiri pemberian penghargaan kepada dosen dan Tenaga Kependidikan (tendik) terpilih.
Buku yang diluncurkan merupakan kompilasi kepakaran yang ditulis oleh dosen FISB khususnya yang bergelar Strata tiga (S3) dalam bentuk e-book serta buku prestasi mahasiswa FISB yang telah diterbitkan dalam bentuk cetak.
Sementara itu, Komite Etik Penelitian dibentuk untuk memastikan kegiatan penelitian di lingkungan kampus tetap produktif serta berpedoman pada kode etik penelitian. Komite ini mulai berlaku sejak 2 Juni 2026 sampai 1 Juni 2029 mendatang. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian sertifikat Hibah Sabbatical yang dibawakan oleh Puji Rianto kepada dosen terpilih untuk melakukan pengembangan akademik dan riset di Malaysia.
Rangkaian acara diakhiri dengan ajang penghargaan bertajuk The Outstanding Lecturers and Staff of the Year kepada dosen dan tendik terpilih sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja yang dikerahkan. Penghargaan tersebut meliputi beberapa kategori, mulai dari seputar publikasi ilmiah, pengajaran, pengabdian masyarakat, hingga kinerja unggul.
Salah satu mahasiswa Hubungan Internasional, Audin Nisa’, menilai kegiatan tasyakuran ini menjadi momen penting untuk melihat kembali perjalanan fakultas dalam satu tahun terakhir. “Kedepannya saya berharap FISB bisa menghadirkan lebih banyak program yang dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dan membuka ruang bagi kami untuk terus bertumbuh,” ujarnya (5/6/2026).
Grafis: Indah Damayanti
