Oleh: Saski Amelia Putri Irawan dan Febrina Citra
Pesona Ta’aruf (PESTA) merupakan rangkaian kegiatan pengenalan bagi mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, nilai-nilai UII, serta kehidupan kemahasiswaan melalui pengenalan lembaga kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Pada 2026, PESTA berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian mata acara yang mencakup pengenalan universitas, kepemimpinan, keislaman, kreativitas, kemahasiswaan dan kelembagaan, hingga Festival Stand UKM dan LK.
Hari pertama PESTA diawali dengan kedatangan peserta dan proses screening sebelum memasuki venue utama. Kondisi fasilitas di sekitar venue menjadi perhatian. Toilet sempat menjadi persoalan dalam pengkondisian peserta. Di sisi barat venue, terdapat pecahan kaca yang belum segera dibersihkan hingga kegiatan berakhir.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Talkshow seputar ke-UII-an bersama Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. Materi yang dibawakan seputar sejarah UII. Berdiri dengan nama awal Sekolah Tinggi Islam (STI), UII sejak awal dirancang untuk memadukan keilmuan umum dan keagamaan. Pak Hari turut mengingatkan bahwa mahasiswa UII diharapkan menjadi Insan Ulil Albab — bukan sekadar mengembangkan kecerdasan di tengah perkembangan kecerdasan buatan, melainkan juga mengelola pikiran dan perasaan untuk membangun karakter yang kuat. “Belajar yang tekun dan doa,” pesannya, seraya mengingatkan bahwa skenario Allah selalu lebih baik daripada rencana manusia.
Agenda berikutnya adalah Talkshow Kepemimpinan bersama Prof. Dr. Moh. Mahfud MD. Mahfud membahas kepemimpinan dalam pemerintahan maupun masyarakat, pentingnya keteladanan dan integritas, serta tanggung jawab pemimpin dalam menghadapi perbedaan. Ia juga menyinggung persoalan korupsi dan pentingnya keberanian menyampaikan kebenaran. Ia juga menyinggung fenomena pemimpin yang berubah setelah memperoleh kekuasaan, serta menyebut angka 1.400 koruptor yang sebagian besar merupakan lulusan perguruan tinggi.
“Sebaik-baik perjuangan adalah menyatakan yang benar,”
sembari mengingatkan pentingnya kesediaan mendengarkan perbedaan, bahkan dalam keputusan-keputusan kecil sekalipun. Hari pertama ditutup dengan Pengenalan DPM, LEM, dan Panitia Pesona Ta’aruf, sebagai bagian dari pengenalan struktur kemahasiswaan dan pelaksana PESTA 2026.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan Talkshow Keislaman sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan kreativitas dan Show Up UKM. Dalam kegiatan kreativitas, peserta membuat dan menghias pakaian yang telah disiapkan. Setelah peserta meninggalkan venue untuk mengikuti kegiatan tersebut, kotak makan peserta terlihat berserakan, terutama di bagian belakang area venue. Pada kegiatan tersebut, persoalan kebersihan kembali terlihat. Tempat untuk membuang sampah juga belum tersebar secara merata sehingga beberapa area terlihat kurang terawat.
Pengkondisian peserta juga menjadi persoalan lain yang muncul pada hari kedua. Mobilisasi yang kurang tertata membuat beberapa agenda mengalami keterlambatan, seperti mobilisasi peserta pada hari kedua yang sempat berhadapan dengan arus kendaraan setelah salat Jumat.
Pada hari yang sama, terdapat perbedaan antara aturan penampilan peserta dan panitia. Peserta perempuan diarahkan untuk menggunakan riasan sederhana dan natural, sementara sejumlah panitia perempuan terlihat menggunakan riasan yang lebih menonjol. Kondisi tersebut menjadi catatan terkait penerapan aturan selama kegiatan PESTA 2026 berlangsung.
Setelah rangkaian kegiatan siang, peserta mengikuti Show Up UKM yang menampilkan sejumlah UKM, di antaranya PSHT, Taekwondo, UMC, KAHAM UII, Tenis Lapangan UII, Basket UII, Softball UNISI, Badminton, Xaviera UNISI, UNISI Football, PSM MV, Bola Voli, Society of Renewable Energy, Futsal, dan Al-Fath. Antusiasme mahasiswa baru cukup terlihat, tetapi waktu makan dan perpindahan peserta yang molor dari jadwal semula memecah fokus peserta dan cukup menghambat mobilisasi ke agenda berikutnya selama rangkaian kegiatan. Selain itu, beberapa fasilitas seperti kipas angin dan layar untuk menjangkau panggung di venue utama tidak menjangkau seluruh jamaah sampai area belakang venue secara merata.
Pada hari ketiga PESTA 2026, memasuki agenda Talkshow Kemahasiswaan dan Kelembagaan serta Festival Stand UKM dan LK. Sesuai dengan rundown, diwaktu yang bersamaan, jamaah 46-90 mengikuti jelajah UKM, sementara jamaah 1-45 mengikuti talkshow sebelum bertukar kegiatan. Namun, sesi talkshow pertama sempat mengalami penumpukan karena beberapa mahasiswa baru tidak mendapat tempat di dalam auditorium Abdul Kahar Mudzakir. Talkshow menghadirkan Sekretaris Jenderal DPM UII yang turut menjelaskan struktur dan aturan dalam Keluarga Mahasiswa UII, termasuk posisi DPM serta mekanisme yang mengatur kehidupan kemahasiswaan. Sementara itu, Sekretaris Umum LEM UII membahas sejarah kelembagaan mahasiswa UII dan konsep student government. Ketua Umum MAPALA UNISI menjelaskan posisi Lembaga Khusus, termasuk MAPALA UNISI, Marching Band, Lembaga Pers Mahasiswa, dan Koperasi Mahasiswa.
Selanjutnya, saat kegiatan simulasi aksi peserta dibagi berdasarkan pembagian jamaah dengan isu yang diangkat, antara lain korupsi dalam program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kemiskinan, kepentingan rakyat, dan kepemimpinan. Dalam proses mobilisasi menuju titik simulasi aksi, terjadi penumpukan dan kemacetan yang kemudian dikaitkan dengan keterbatasan HT. Setelah peserta berkumpul di Hall FP FISB, antusiasme terlihat lebih banyak di bagian depan, sementara sebagian peserta di bagian belakang mulai sibuk dengan gadget nya masing-masing.
Persoalan kesehatan juga terjadi ketika seorang mahasiswa baru didapati sedang muntah dan tampak lemas di ujung hall dekat area parkir Ulil. Panitia sempat kebingungan mencari tim medis, sampai mahasiswa baru tersebut tidak sadarkan diri (pingsan) sebelum tim medis tiba di lokasi kejadian. Persoalan terkait kebersihan juga belum terlihat mengalami perubahan yang positif dari hari sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan teknis yang terlihat selama pelaksanaan PESTA 2026.
Berbagai temuan selama PESTA 2026 kemudian disinggung kembali oleh tiap-tiap Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) saat diberikan kesempatan untuk mewawancarai pihak Steering Comittee (SC)/Organizing Comittee (OC) untuk mengetahui langkah evaluasi dan respons panitia. Andhi Sigit Wicaksono selaku Ketua Steering Comittee (SC) PESTA 2026 mengatakan bahwa evaluasi dilakukan setiap hari dan miskomunikasi langsung diklarifikasi. Ia juga mengakui masih terdapat jamaah yang belum terbagi antara laki-laki dan perempuan.
Sementara itu, Rafif Irhab Rajendra selaku Ketua Organizing Comittee (OC) PESTA 2026, menyampaikan bahwa prinsip 3S (Salam, Sopan, dan Santun) telah ditekankan kepada seluruh pihak panitia. Terkait aksesibilitas, ia mengatakan bahwa peserta dengan disabilitas dapat memperoleh penanganan khusus berdasarkan informasi kesehatan yang dikumpulkan sebelum kegiatan PESTA 2026 berlangsung. Untuk persoalan kendaraan, Andhi mengakui masih ada mahasiswa baru yang membawa kendaraan pribadi karena kurangnya imbauan dari pihak panitia PESTA 2026.
Dari sisi peserta, cuaca panas menjadi salah satu keluhan yang seringkali muncul. Muhammad Nabil, mahasiswa baru Teknik Mesin asal Sulawesi, Khayla Rahma, mahasiswa baru Farmasi asal Brebes, dan Nayaka Ardan Wahid, mahasiswa baru Ilmu Komunikasi asal Pontianak, tetap menilai pengenalan UKM sebagai bagian yang menarik. Sementara, Naufal Azmi Afifah, mahasiswa baru Psikologi asal Palembang, mengaku sempat hampir pingsan saat berkeliling stan UKM, karena cuaca yang panas. Hari ketiga pun menutup rangkaian PESTA 2026 dengan antusiasme peserta, sekaligus menyisakan sejumlah persoalan teknis dalam mobilisasi, kebersihan, komunikasi, serta penanganan peserta PESTA 2026.
Reporter: Resha Kharima Azqiya, Ananda Rasya Habibi, Najwa Ayu Difani, Indah Damayanti, Restina Azahra, Miftahul Rizka, Anargya Khairia Latifa, Nawal Zya Ulhaq, Rahmalia Yahya, Cintya Laila Ardiningrum, Rahma Dianti A., Achmad Bintang, Adisty Putri, Hafidza Zada Alayya
Grafis: Farida Aini
